Kamis, 06 Agustus 2009

PENAMPAKAN TUYUL DI DAERAH TANJUNG PINANG

Jumat, 17 April 2009 Di Kampung Kolam, Bayi Berlari

Hujan tiba-tiba saja mengguyur Kampung Kolam, Tanjungpinang, empat malam silam. Umi, salah satu warga Kampung Kolam, hingga pukul setengah duabelas malam, tak kunjung bisa memejamkan mata. Butir-butir air yang memerciki atap seng rumahnya, menciptakan suara berisik yang menyadarkan Umi, bahwa sandal dan sepatu anak-anaknya masih belum ia masukkan.
Segera saja ibu rumahtangga yang rumahnya sebelah menyebelah dengan kolam kebun kangkung itu bangkit. Keluar untuk mengamankan sandal dan sepatu dari deraan hujan. Daun pintu itu ia buka perlahan, sembari membungkuk sandal dan sepatu yang masih berserakan itu pun ia gapai satu persatu.
"Waktu mau masuk ke dalam, dan mau menutup pintu, saya lihat ada anak kecil berlari. Jaraknya sekitar lima meter dari saya," ungkapnya, ketika ditemui kemarin.
Umi jelas terperanjat. Ada yang aneh dan tak masuk akal. Di kepala Umi, malam-malam berhujan kok ada anak kecil yang hanya mengenakan celana pendek dengan kepalanya pun sedikit botak, berlari menembus hujan. Umi memperkirakan usia anak yang dilihatnya antara dua hingga tiga tahun.
"Saya langsung menyapa. Hey, anak siapa malam-malam masih main di luar," tambah Umi. Bukannya berhenti, sapaan Umi itu justru menambah kencang lari sang bocah itu. "Arahnya ke samping rumah saya, tapi saat saya kejar sudah tidak ada lagi," ibu tiga anak itu menambahkan.
Begitu si anak hilang dan Umi kembali ke tempat tidurnya, saat itulah ia baru sadar, anak yang baru dilihatnya itu bukan anak tetangga. Umi menerka-nerka, jangan-jangan anak yang baru dilihatnya adalah makhluk halus. Umi teringat dengan kisah-kisah tentang tuyul yang mirip betul dengan ciri-ciri anak yang baru saja dilihatnya. "Kalau dengar-dengan cerita orang dulu-dulu, anak kecil tak pakai baju dan kepalanya botak itu tuyul," katanya lagi.
Teringat dengan mahluk tersebut, Umi mengaku segera membangunkan suaminya. Namun sang suami tidak mengindahkan. Keesokan harinya, pengalaman itu diceritakannya pada para tetangga. Berikutnya, hebohlan Kampung Kolam.
Meski hingga kemarin ia dan sejumlah tetangganya mengaku belum ada yang kehilangan uang, namun Umi yakin kalau yang dilihatnya itu benar-benar tuyul. "Tapi tak tahu siapa yang punya. Bisa jadi rumah tuannya tidak di sini, tuyul itu hanya disuruh ke sini saja," Umi mengira-ngira.
Tuyul di Taman Raya
Pengalaman yang dialami Umi, juga pernah menimpa Udin, seorang warga Tembesi. Sekitar dua tahun silam ketika Udin masih bekerja sebagai sekuriti di Perumahan Taman Raya Tahap II, Batamcentre.
"Saya lupa itu malam apa, tapi yang jelas bulan purnama," kenangnya saat ditemui di pangkalan ojek Kampung Tembesi, kemarin.
Udi mengaku, malam yang tak terlupakan itu ia tengah keliling mengontrol keamanan ke semua gang komplek. Saat mengitari Blok AA, ia melihat sekelebat bayangan anak kecil yang berlari cukup kencang menembus tembok rumah warga. Meski yakin dengan apa yang dilihatnya, namun Udin enggan membangunkan si pemilik rumah. "Besoknya baru terdengar sibuk-sibuk kalau warga di blok itu sering kehilangan uang," jelasnya.
Sejak malam itu, ia dan teman sesama sekuriti menmbah kewaspadaan, dan berniat menangkap tuyul tersebut, namun walapun ditunggu hingga mentari terbut, tuyul tersebut tak pernah lagi kelihatan.
"Kita sudah siapkan tepung, telur, merica, untuk menangkapnya. Tapi yang ditunggu tak berani lagi memperlihatkan wujudnya. Warga juga tak ada lagi yang mengeluh kehilangan uang," jelasnya.
Ya, dari petunjuk salah seorang orang pintar yang sempat didatangi Udin setelah melihat tuyul itu, ia diberitahu tentang cara-cara menangkap tuyul. Katanya masukkan air dalam baskom dan taruh telur atau kepiting hidup di dalamnya. Tepung ditaburkan di sekitar baskom itu. Saat tuyul melihat air di baskom yang ada telur atau kepiting maka dia akan bermain di sana, dari tepung itulah diketahui kalau ada tuyul," Udin menjelaskan.

Lebih dari Uang
Bagi sebagian masyarakat, tuyul dikenal hanya gemar mencuri uang. Namun, lebih santun daripada koruptor, setiap beraksi tuyul hanya mampu mencuri selembar uang. Anggapan ini dibantah oleh Ki Rogo Sejati. Ketua Ikatan Paranormal Nusantara (IPN) itu menjelaskan, ada berbagai macam tuyul berikut fungsi dan kegunaannya.
"Memang ada tuyul yang hanya bisa mengambil selembar uang dari rumah yang ditujunya. Tapi untuk tuyul Kedah, bisa mengambil emas dan perak dari rumah yang menjadi incarannya," jelas Ki Rogo di tempat kerjanya, kemarin. Jenis tuyul sendiri, menurutnya, ada puluhan macam. "Ada tuyul larong, kedah, suket dan lain sebagainya. Mereka punya keahlian masing-masing dan kekuatan yang berbeda," ujarnya.
Tuyul kedah misalnya. Ki Rogo mengatakan, tuyul jenis ini tidak gampang ditangkap, dan hanya bisa ditangkap dengan menggunakan paku berlapis emas yang telah dibacakan ayat Kursi sebanyak 111 kali dan dibenamkan di tiang pintu. ''Atau dengan kepiting hidup yang diikat lalu didekatnya ditaruh botol yang telah diberi jarah. Sehingga saat si tuyul bermain dengan kepiting, dia akan tertarik ke dalam botol tersebut," ungkapnya.
Sedangkan tuyul jenis lain, bisa ditangkap atau ditangkal dengan kacang hijau dan merica.
Cara pengumpulan kekayaan dengan pemeliharaan tuyul menurut Ki Rogo, sedikit lebih mudah dibanding persungihan lainnya. "Memang butuh ritual khusus, tapi tak sesulit yang lain, untuk membangunkan tuyul yang bersangkutan cukup menyediakan darah bayi saja," jelasnya.

Seperti Motor, Tuyul Dijual Lima Juta

Entah apa yang terlintas di benak pengelola situs Rajajintripot.com. Yang jelas, situs ini memperdagangkan tuyul. Lengkap dengan harga dan spesifikasi tuyul yang dijual. Mirip-mirip seperti membeli motor.
Tuyul yang didapatkan dari Desa Krucuk, Kabupaten Klaten misalnya, situs Rajajintripot.com menghargai tuyul jenis ini seharga Rp5 juta. Tuyul ini menurut sang penjualnya berukuran sangat kecil, hanya kira-kira 5 hingga 6 senti. Dalam keterangan si penjual, tuyul ini juga dapat dilihat oleh mata terbuka dan dapat diajak bicara tapi hanya dapat dilihat oleh majikanya saja, orang lain tidak dapat melihatnya.
Menganai perawatan, tuyul ini sangat canggih dan tidak merepotkan karena tuyul ini tidak membutuhkan kamar khusus atau mainan anak-anak yang seperti diceritakan orang. Tuyul ini juga suka menyusu pada ibu-ibu. "Tuyul kami tidak seperti itu, tuyul ini hanya butuh lima tetes darah manusia golongan O atau AB, Anda tidak Usah takut atau repot, karena darah tipe O/AB, bisa anda beli di Rumah Sakit atau di PMI," ungkap si penjual tuyul dalam situsnya. Lima tetes darah itupun menurutnya baru dikasihkan jika si tuyul akan disuruh mencuri uang.
Untuk tuyul Memet, dibandrol seharga Rp15 juta. Menurutnya, Memed merupakan jenis tuyul pintar dan memilki dua buah taring pada mulutnya. Selain itu, Memet dapat berlari lebih cepat dari pada tuyul biasa, oleh karena itu Memet disebut tuyul pintar Selain menampilkan harga dan jenis tuyul situs itu juga menyajikan cara merawat tuyul.
Bahkan, di situs video sharing youtube.com, pengguna internet bisa menyaksikan berbagai macam penampakan tuyul dan aneka jenis makhluh halus yang terekam kamera video. Persoalannya, Pembaca tinggal percaya atau tidak!(one/for/int)

2 komentar:

  1. trima kasih atas informasinya .....
    :/

    BalasHapus
  2. Kalau Repot Kenapa di pelihara mendingan pelihara wanita simpanan kkkkkkkkkkkkkkkkkkk

    BalasHapus