Rabu, 05 Agustus 2009

Gunung tempat tinggal Roh Halus

Bagi kebanyakan orang puncak gunung yang senantiasa tersapu angin dan terpencil tetap dianggap sebagai tempat angker. Lengkingan suara gas yang keluar dari gunung berapi sering dianggap sebagai suara roh-roh yang menderita karena penyiksaan yang luar biasa.
Pada saat cuaca cerah, hanya sedikit tempat di Jawa yang gunungnya tidak dapat dilihat. Para penjelajah lautan dulu mengenali pulau Jawa dari gunung-gunungnya. Semua gunung yang ada berupa gunung berapi, meskipun beberapa diantaranya sudah tua. Pada masa penjelajahan dunia yang pertama Sir Frances Drake ketika melihat Gn.Slamet segera mengarahkan perahunya dan berlabuh di Cilacap. Sebelum agama Hindu masuk ke pulau Jawa, puncak-puncak pegunungan yang tertutup hutan dianggap sebagi tempat kediaman para Dewa dan tempat bersemayam roh-roh orang mati. Menarik sekali bahwa Gn.Semeru, pusat dari "kosmos-hindu" dipercaya sebagai sebuah gunung tinggi yang dikelilingi oleh empat atau delapan gunung lainnya yang yang memiliki puncak lebih rendah. Bentuk gunung Penanggungan, di sebelah selatan kota Surabaya, dahulu memiliki bentuk menyerupai deskripsi tersebut. Berlusin-lusin candi, kuil dan tempat-tempat suci lainnya dibangun disini, 81 diantaranya masih dapat dikenali. Lebih dari seribu tahun yang lalu pengaruh agama Budha kemudian Hindu di Jawa saling bercampur dan memperkuat satu sama lain, membangun kepercayaan mula-mula tentang adanya Dewa-Dewa penguasa alam, roh-roh, hantu, setan, bidadari, dan para mahluk halus (lelembut). Di tempat yang subur mendukung terpenuhinya perlengkapan candi, tempat-tempat suci, kependetaan, dan upacara-upacara. Candi sering ditempatkan dilokasi yang menurut adat istiadat dianggap suci misalnya di gunung. Sejak itu gunung-gunung sering didaki oleh para pejiarah-pejiarah Hindu. Beberapa patung di tempatkan di puncak Gn.Salak, Gn.Malabar, tempat penyembahan di Gn.Argapura, sejumlah candi di bangun di Gn.Penanggungan. Masyarakat Jawa menganggap laut sebagai tempat yang "Jahat", terutama laut selatan berada dibawah kekuasaan seorang Ratu-Roh yang sangat berkuasa Nyai Roro Kidul, yang juga sebagai perwujudan "Dewi Laut" dalam kepercayaan Hindu. Orang yang tenggelam di laut selatan dipercaya bahwa mereka dijadikan hamba dalam kerajaannya. Hutan dipandang sebagi tempat yang gelap yang dihuni oleh makhluk halus, jembalang, jin, peri, gendruwo, wewe, dan tukang sihir, yang dapat menimbulkan sakit bagi yang sering menjelajah hutan. Segala gangguan terhadap makrokosmos dapat mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan umat manusia. Hutan juga dipandang sebagai tempat kediaman manusia bijaksana yang menyepi dan hidup sebagai pertapa. Banyak kaum bangsawan pemberani datang meminta nasehat dan berlatih meditasi dari mereka. Gua-gua dalam hutan digunakan untuk meditasi dan berdoa. Orang yang berani memasuki hutan dianggap sebagai seorang pemberani atau sinting. Rasa takut telah melindungi beberapa hutan dari gangguan manusia, diantaranya hutan-hutan di Gn.Halimun yang angker, Gn.Slamet yang angker, Gn.Penanggungan yang suci, dan Gn.Batukuha, dibandingkan hutan lainnya yang tidak dianggap angker. Hutan di Gn.Pancar di dekat Citeureup-Bogor dibiarkan tidak terganggu karena adanya pemakaman suci, sehingga sekarang masih dihuni 60 jenis burung dan sekelompok lutung Jawa. Perasaan ngeri dan takut berada di tengah hutan adalah sesuatu yang alami. Apalagi dengan berbagai kepercayaan tradisional, tetapi bisa juga disebabkan oleh rasa hormat terhadap suasana lingkungan yang liar, yang berkembang menjadi penghargaan dan perhatian terhadap lingkungan. Banyak penduduk kota yang berpengatahuan, mengatakan bahwa mereka tidak percaya pada dunia roh dan upacara-upacara tradisional seperti pemberian sesajen untuk roh-roh penjaga ditempat suci/angker sudah mulai berkurang. Sangatlah keliru bila kita menganggap rendah nilai penting spiritual tradisional yang dipercaya sebagian masyarakat Jawa dan Bali. Sesajen dalam bentuk kemenyan, bunga, makanan dapat ditemukan di gunung-gunung, terutama gunung yang memiliki arti mistik tertentu. Masyarakat sekitar gunung Merapi pun masih sering mengadakan upacara pemberian sesaji untuk Gn.Merapi. Upacara Yadnya Kasada oleh masyarakat tengger, yakni pemberian korban sesaji untuk Gn.Bromo. Masyarakat Jawa yang beragama Islam maupun Kristenpun masih tersusupi berbagai kepercayaan kebatinan tradisional. Pengaruh Hindu juga masih dapat ditemukan dalam berbagai hal, seperti nasi gunungan (nasi tumpeng) yang melambangkan Gunung Mahameru. Panembahan Senopati yang muslim pendiri kerajaan Mataram memperoleh kemenangan dalam perang di Prambanan melawan kerajaan Pajang, dengan memohon bantuan Nyai Roro Kidul dan Jin penguasa gunung Merapi yang meletus menewaskan pasukan Pajang. Sejak jaman dahulu gunung begitu dihormati dan dianggap suci , sudah selayaknya kita pun para pendaki menghormati gunung, pohon, alam, angin, sungai, batu, hutan, binatang dan segala ekosistem yang ada di gunung. Begitu juga dengan pantangan-pantangan yang dipercaya masyarakat setempat harus kita hormati. Penghormatan kita kepada alam, setidaknya dengan tidak merusak atau mencemari agar tidak kuwalat.
Petilasan Panembahan SenopatiKotagede yang sering disebut juga Sargede terletak kurang lebih lima kilometer di sebelah tenggara Yogyakarta. Di kawasan ini wisatawan dapat mengunjungi makam Raja-raja Mataram seperti Sutowijoyo atau Ngabei Loring Pasar, pendiri Kerajaan Mataram yang kemudian digelari Panembahan Senopati. Ada juga makam yang unik dari Ki Ageng Mangir, yaitu menantu dan sekaligus musuh Panembahan Senopati. Jasadnya dimakamkan diluar kompleks. Seratus meter dari makam terdapat sebuah batu yang disebut ‘Watu Gilang’, yaitu batu yang digunakan oleh Panembahan Senopati untuk menghantam kepala Ki Ageng Mangir hingga tewas. Bagi yang ingin masuk ke dalam makam harus mengenakan pakaian tradisional yang dapat disewa di tempat itu juga. Makam Raja-raja di Kotagede dibuka setiap hari Senin jam 10.00 sampai 12.00, dan hari Jumat. Di sana terdapat gerbang yang anggun, kolam yang penuh dengan Clarius Melanodermas dan kura-kura kuning yang telah berumur ratusan tahun, masyarakat meyakini bahwa kura-kura tersebut ajaib dan keramat Kompleks makam berada dalam lingkungan pagar tembok berbahan batu putih dan batu bata. Kompleks makam terbagi dalam 3 bagian, yaitu Masjid, makam dan sendang. Masjid terletak di bagian Timur, makam di bagian Barat dan sendang di bagian Barat Daya. Ketiga bagian tersebut dibatasi oleh pagar tembok dan dihubungkan dengan gapura. Pada halaman pertama ini terdapat prasasti yang berbunyi: Kanjeng Panembahan Senopati, Bertahta Kerajaan Mataram, Tahun Djinawal : 1509 Tahun Masehi : 1579, Kubur Kotagede Selain itu juga terdapat bangunan yang disebut dengan Bangsal Duda dengan. Halaman Kedua, di halaman ini terdapat 4 buah bangunan, yaitu bangunan di sudut Tenggara, Timur laut, Barat laut dan Barat Daya. Halaman Ketiga, terdapat bangunan utama yang terdiri dari 3 buah bangunan yang disebut Bangsal Prabayaksa, Bangsal Witana dan Bangsal Tajug. Bangsal Prabayaksa merupakan bangunan berdinding tembok di dalam bangsal ini terdapat 72 makam yang dibuat dengan bahan marmer berwarna putih, yaitu antara lain makam Panembahan Senopati, Sultan Sedo Krapyak, Sultan Sepuh, Pangeran adipati Pakualam I, ki Ageng Mangir, PA II, PA III, dan PA IV Khusus untuk makam Ki Ageng Mangir, sebagian berada di luar bangunan dan sebagian berada di dalam bangunan. angsal Witana, di dalam bangsal witana ini terdapat 4 buah makam dari bahan marmer, yaitu makam Ki Ageng Pemanahan dan Ki Ageng Juru Mertani. Bangsal Tajug, di dalam bangunan terdapat 3 buah makam, yaitu makam Nyai Ageng Nis, Pangeran Jayaprana dan Datuk Palembang. Selain bangunan utama terdapat bangunan cungkup yang lain dengan ukuran yang lebih kecil, yang berada di sebelah Timur bangunan utama. Cungkup tersebut berisi makam-makam keturunan Pangeran Pakualam I Terletak di Desa Jagalan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantu tepatnya di sebelah Selatan Pasar Kotagede.

Kawasan Angker di Jakarta

RUMAH PONDOK INDAHLokasi: Jln. Metro Pondok Indah, Jak-SelFenomena: Penampakan hantu bapak-bapak dan perempuan.Sejarah: Masih ingat ramainya pembicaraan di akhir September 2002 tentang hilangnya seorang tukang nasi goreng di depan rumah kosong ini?Kejadian ini jadi menghebohkan karena di depan rumah tersebut hanya tertinggal gerobak nasi gorengnya. Konon katanya, malam sebelum hilangtukang nasi goreng tersebut hendak mengantar nasi goreng yang dipesan oleh seorang perempuan ke dalam rumah. Namun, ia tak pernah keluar lagi.Mengenai sejarah rumah itu, konon seisi keluarga pemilik rumah ini tewas dalam peristiwa perampokan bermotif persaingan bisnis. Sejak itu, banyakorang yang lewat kerap melihat jelmaan hantu seperti hantu bapak-bapak dan hantu perempuan. Namun, akhir-akhir ini sudah tidak banyak kejadianhoror yang dilaporkan terjadi di rumah ini. Bahkan beberapa waktu lalu, rumah ini sempat dijadikan tempat bermalam para tunawisma.Testimonial: Sekitar tahun 2002, Nurdin (32), penjual gulai dan soto di sekitar Pondok Indah, mengaku pernah melihat hantu yang menyerupaibapak-bapak hilir-mudik di halaman depan rumah ini.
TAMAN KOTA LANGSAT, MAYESTIKLokasi: Di belakang pasar burung Barito Jak-Sel.Fenomena: Kuntilanak dan genderuwoSejarah: Taman Langsat ini sebenarnya merupakan fasilitas olah raga dan bersantai yang cukup lengkap. Di dalamnya tumbuh pepohonan yang asri.Hanya saja, tidak banyak orang yang memanfaatkan fasilitas ini. Karena sepi, taman kota ini pun menjadi angker, terutama pada malam hari.Konon pada malam hari, warga kerap melihat kuntilanak di pohon-pohon di taman Langsat.Testimonial: Kisah hantu dan orang-orang yang kesurupan bukan lagi barang baru bagi Ibu Rahmat (34), penjual rokok di tepi taman Langsat,yang sudah 25 tahun membuka kios rokok tersebut. Suatu ketika, tamu yang sedang kongkow di warungnya pernah pamit pada jam 1 pagi karenamengaku melihat genderuwo. Setiap kali berjaga malam, Syamsuri (21), Satpam yang telah bertugas selama 3 tahun di Taman Langsat, sering menciumbau-bau aneh dan mendengar suara-suara tertawa yang tak jelas sumbernya.
RUMAH KENTANG PRAPANCALokasi: Jln. Dharmawangsa 9, Jak-Sel, persis di sebelah salah satu club terkemuka di daerah ini.Fenomena: Hantu anak kecilSejarah: Konon, di rumah ini ada seorang anak kecil yang terjatuh ke dalam kuali yang sedang digunakan untuk merebus kentang.Apabila Anda sedang ‘mujur’ dan lewat di depan rumahnya, Anda dapat mencium aroma kentang rebus dan mendengar suara anak kecil menangis.Testimonial: Agip (24) sudah menjaga kios rokok di depan rumah ini sejak tahun 1997. Agip mengaku sering mencium aroma kentang rebus,terutama menjelang malam, meskipun rumah kosong ini sempat ramai karena disewa oleh ekspatriat.
LINTASAN KERETA BINTAROLokasi: Bintaro, Jakarta SelatanFenomena: Makhluk menyeramkan korban tabrakan keretaSejarah: Pada 19 Oktober 1987, terjadi kecelakaan kereta yang menewaskan ratusan orang di dekat Stasiun Sudimara, Bintaro.Di lintasannya sendiri juga sudah berulang kali terjadi kecelakaan yang memakan korban nyawa. Konon, lintasan ini dianggap angkerkarena sering terdengar suara orang menangis dan menjerit.Testimonial: Imam (31), teknisi rel yang bekerja sejak tahun 1996. Ia pernah melihat makhluk yang wujudnya seperti orang berbalut sarung hitam.Meski kereta sudah bolak-balik lewat melindasnya, makhluk ini tak mau pergi seperti sengaja meledek. Akhirnya di rel tersebut diadakanpemotongan kerbau. Ia juga pernah bertemu makhluk serupa perempuan Belanda di zaman kolonial, dan kuntilanak melintas di rel.
JEMBATAN ANCOLLokasi: Jembatan Ancol (eks jembatan goyang), Pantai Ancol, dan daerah lain sekitar Ancol, Jak-UtFenomena: Siti Ariah Si Manis Jembatan Ancol (populer dengan sebutan Maryam setelah kisahnya diangkat ke layar kaca)Sejarah: Pada 1995, seorang pelukis di Ancol didatangi seorang perempuan yang meminta dilukis. Ketika pelukis baru menggambarsetengah bagian tubuhnya, perempuan itu menghilang. Warga percaya bahwa perempuan itu adalah Si Manis Jembatan Ancol. Mitos inisudah dimulai puluhan tahun sebelumnya. Di tahun 60-an ketika daerah Ancol masih berupa empang-empang, seorang pendayung perahupernah bertemu dengan Si Manis. Perempuan itu naik perahu malam-malam ddan membayar pendayung tersebut dengan daun.Keterangan ini didapat dari Kostan Simatupang (65), seorang fotografer keliling di Ancol, teman dari pendayung perahu tadi.Testimonial: Anshori (38), penjual rokok di dekat pintu keluar Ancol, mengaku pernah melihat Siti Ariah dari dekat.Ia membuka pertama kali kios rokoknya di sini pada 1990, tepatnya di samping jembatan goyang. Saat itu malam Jumat,Anshori sedang menunggui kiosnya, agak gerimis. Sekitar pukul 1 pagi, lewat seorang perempuan. Ketika sudah agak jauh,perempuan itu berbalik arah menghampiri kios Anshori sembari tersenyum. Anshori menyapa perempuan yang dikiranyacalon pembeli dagangannya itu. Jarak Anshori dengan perempuan itu kira-kira 50 cm. Menurut Anshori, perempuan itu berwajah manis,serta memakai kemeja kuning dan rok abu-abu. Setelah ditanya hendak belanja apa, perempuan itu menghilang.Meski tidak memakai pakaian serba putih, Anshori yakin perempuan itu adalah Si Manis Jembatan Ancol. Semenjak kejadian itu,Anshori merasa dagangannya kian laku dan rejekinya semakin lancar.
KLENDERLokasi: Klender, Jak-TimFenomena: Makhluk korban kebakaran kerusuhan Mei 1998.Sejarah: Saat kerusuhan Mei tahun 1998, ada salah satu pertokoan di daerah Klender yang dijarah dan dibakar massa .Kebakaran ini menyebabkan ratusan korban jiwa, di antaranya pegawai pertokoan, pengunjung, dan para penjarah.Usai kerusuhan tersebut, dilaporkan banyak kejadian aneh, misalnya, segerombolan orang menyetop angkot di depan pertokoan,ketika sudah jalan sekitar 100 meter, semua penumpang angkot tersebut wajahnya berubah menjadi hangus. Semenjak pertokoan inidibangun dan ramai kembali di tahun 2000, sudah tidak banyak lagi kejadian mistis di sekitarnya. Ini mungkin juga karena warga masihmenghormati dan memperingati hari berkabung setiap tanggal 14 Mei. Namun demikian, menurut penuturan warga, jika Anda duduk sendiridi sebelah booth telepon koin di halaman pertokoan pada malam Jumat pukul 1 pagi, Anda akan ditemani oleh sosok lain di dekat Anda.Dahulu, sekitar 15 jenazah korban kerusuhan sempat ditampung sebelum dievakuasi di sekitar telepon umum tersebut.Testimonial: Ali (21) warga asli Klender, pada 2002, bersama dua orang sepupunya melakukan ghost-hunting di basement salah satu pertokoandi daerah Klender. Saat itu hari Rabu malam, ia membakar kemenyan dan madat, serta membawa sesajen berupa kopi hitam.Sekitar jam 2 pagi tercium bau daging terbakar yang sangat menyengat. Tak berapa lama kemudian, muncullah dua sosok makhluk;yang satu penuh darah di sekujur tubuhnya, yang satu lagi hangus terbakar dengan tubuh yang tak lengkap.